Lokasabha VIII PHDI Provinsi Sulteng Angkat Tema Kearifan Lokal dalam Semangat Dharma

(Foto: Sekda Provinsi Sulteng Drs. H Moh Hidayat Lamakarate, M.Si (kelima dari kiri), Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya (ketiga kanan dari tengah), Ketua Umum WHDI Pusat Ny Ir. Rataya B Kentjanawathy Suwisma (kedua kanan dari tengah) berfoto bersama dengan peserta Lokasabha VIII PHDI dan Musda IV WHDI Provinsi Sulteng)

Palu –┬áDengan mengangkat tema, pemberdayaan kearifan lokal dalam semangat dharma untuk kemajuan Sulawesi Tengah (Sulteng), kegiatan Lokasabha VIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan Musyawarah Daerah (Musda) IV Wanita Hindu Dharma Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, resmi dibuka Jumat (6/10) kemarin bertempat di Jazz Hotel. Acara pembukaan berjalan lancar.

Lokasabha VIII PHDI dan Musda IV WHDI, di buka langsung Gubernur Sulteng yang diwakili oleh Sekda Provinsi Sulteng Drs. H Moh Hidayat Lamakarate, M.Si. Turut hadir pula Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, dan Ketua Umum WHDI Pusat Ny Ir. Rataya B Kentjanawathy Suwisma.

Gubernur menyampaikan beberapa pesan dalam sambutannya yang dibacakan Hidayat Lamakarate. Jika menyimak tema kegiatan ini, kata Gubernur, sangat searah dengan tujuan Pemerintah Provinsi Sulteng untuk mewujudkan Sulteng yang maju, mandiri, dan berdaya saing dalam segala bidang.

Mantan Ketua PHDI dan WHDI Diberi Penghargaan

Tentu saja untuk mencapainya, dibutuhkan dukungan dari semua pihak dalam satu bingkai. “Yaitu persatuan dan kebersamaan. Olehnya itu, pembangunan yang berlangsung di Sulteng, tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik saja, sehingga mengabaikan pembangunan yang bersifat non fisik seperti pembangunan sosial, budaya, dan keagamaan,” kata Hidayat.

Ketua Umum PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya menekankan dalam sambutannya, agar seluruh umat Hindu di Indonesia khususnya Sulteng terus meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam melaksanakan tugas sesuai profesi masing-masing. Apakah dari kalangan tentara, polisi, pewagai negeri, hingga pegawai swasta.

“Bekerjalah dan lakukan yang terbaik. Setiap pekerjaan apapun dan di manapun. Karakter umat Hindu itu harus seperti panca pandawa, moralnya bagus, berani, cerdas, arif dan bijak,” sebut Perwira TNI-AD tersebut.

Ketua Panitia, Dr. dr. Ketut Suarayasa, M.Kes., MARS mengatakan, tema Lokasabha PHDI dan Musda WHDI kali ini bertujuan merefleksikan kembali peran umat Hindu dalam mendukung pembangunan di wilayah Sulteng.

Sesuai dengan amanat organisasi, kata dia, setiap 5 tahun sekali PHDI dan WHDI wajib melakukan regenerasi kepemimpinan, menerjemahkan kembali persoalan di daerah dalam bentuk program kerja, serta melahirkan rekomendasi yang inovatif sesuai dengan kebutuhan daerah. “Semua ini akan dibahas dalam forum Lokasabha untuk PHDI dan Musda untuk WHDI,” kata Ketut Suarayasa.

Pada kegiatan kali ini juga, Ketut menyebutkan, ada pemberian penghargaan Dharma Abiwadha (penghargaan dharma) kepada mantan Ketua PHDI dan WHDI atas segala pengabdian tulus mereka. “PHDI dan WHDI tidak bisa hadir sampai hari ini tanpa keikhlasan pengabdian mereka,” ujarnya.

Mantan Ketua PHDI dan WHDI itu diantaranya, I Gusti Ngurah Malen (alm) sebagai Ketua PHDI pertama, dimana PHDI baru ada di Kabupaten Donggala (1975-1983). Kemudian Drs I Gede Negara Widiasa (alm), tahun 1983 – 1992. Dalam periode beliau, PHDI sudah dalam lingkup Sulteng. Selanjutnya, dr. AA Ngurah Gde Djaja (alm), menjadi Ketua PHDI selama dua periode sejak tahun 1992 – 2002.

Ir. Putu Surya juga menjadi Ketua PHDI Sulteng dua periode sejak tahun 2002 – 2012. Sedangkan Dharma Abhiwada untuk Ketua WHDI Sulteng diberikan kepada AA Sagung Dewi Sukmawati, menjadi Ketua WHDI periode 1997 – 2002 dan Ni Made Anggrenniyati, SE., M.Si periode 2002 – 2007.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (6/10) hingga Minggu (8/10), serta dihadirkan dari utusan PHDI dan WHDI Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah yang berjumlah 11 Kabupaten/Kota, serta utusan dari Prajaniti Hindu Sulteng selaku peninjau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2012 Parisada Sulteng. All rights reserved